Kamis, 16 Januari 2014

LATIH SOAL BARISAN BILANGAN

SOAL BARISAN BILANGAN

1.  Isikan bilangan pengganti dari variabel (a,b,c )pada soal berikut:

        A.   2, 6, a, 14, b,  c,...         B.    -3 , 0, 3, a , b, 12, c , ....    C.  1, 4, a, 16, b, 36, c , ...

2. Tentukan empat suku pertama dari barisan bilangan  dengan rumus sebagai berikut :

        A. Un = 3n + 2                    B.  Un = 1/2 (n + 2)                    C.  Un = (4n - 1) : 3

3. Tentukan Rumus Suku ke-n dari barisan bilangan berikut :

         A.  2, 4, 6 , 8, ...                B.  6, 10 , 14 , 18, ...                  C. 2, 9 , 16 , 23 , ...

4. Tentukan suku ke-10  dan suku ke-50 dari barisan deret aritmetika dengan rumus Un = n (n +5)

5. Ditentukan suku ke-3 dan ke-6 deret aritmetika yaitu 12 dan 27, maka tentukan suku ke-10

                                                        SELAMAT BERLATIH

Bahasa Hati Untukmu IBU



Renungan di hari Ibu, 22 Desember 2013



BAHASA  HATI  UNTUKMU  IBU


IBU,….
Ini bahasa hatiku untukmu Ibu, meski dikau tak akan membacanya lewat matamu yang semakin samar. Tapi aku percaya jiwamu akan membacanya penuh kasih lewat mata hatimu.

Di sebuah malam disaat aku menangis pertama di dunia ini, langit mencatat hutangku pada semesta ini. Hutang dua nyawa. Nyawamu ibu, yang melahirkanku di sebuah ruang gelap di rumah tak selayak hari ini. Nyawa yang kau gantungkan di langit, pada keyakinanmu, pada keberanianmu, pada keiklasanmu, untuk bisa membawa hadir penuh napas di dunia ini.

Nyawamu yang kau jaga melewati jutaan  rasa sakit, hanya untuk membiarkanku hadir memberi senyum bocahmu pada dunia malam kelam itu. Nyawamu yang kau pertaruhkan demi seorang bayi kecil, yang bahkan hingga kini belum menjadi orang. Aku berhutang nyawamu itu yang kau jaga demi menyambung nyawaku hingga ada sejauh hari ini.

Dan aku berhutang satu nyawa lagi padamu Ibu, yang hingga saat ini. Maka apalah yang dapat kupakai membayar nyawamu dan nyawaku, yang kau pertaruhkan bagiku, Ibu. Bahkan tidak cukup seluruh kekayaan duniawi ini yang sanggup melunasinya.

Maka ijinkan aku pergi kepada Tuhan, Ibu. Kepada sang pemilik semesta yang maha luas ini. Semoga Dia berkenan meminjamkan padaku sejenak, seluruh kekayaan semesta ini, agar dengan itu mampu kulunasi semua hutang nyawaku padamu. Dan biarkan kemudiam aku kembalikan hutangku pada Tuhan, lewat penyerahan tubuh, pikiran dan nyawaku padaNya, untuk melayaniNya di kehidupan ini.

Dan ijinkan sekali ini Ibu, aku berdoa untukmu, sebelum Sang Waktu memanggil kita semua pulang.



            “Tuhan, demi darah ibu yang mengalir sejak aku ada hingga nanti tiada di dunia ini, dengarlah lantunan doa ini kepanjatkan padaMu. Aku telah melewati ribuan kelahiran untu sampai pada diriku saat ini. Dan aku ada hingga saat ini, karena sosok sederhana yang menjadi Tuhan dalam kehidupanku. Dia adalah ibuku. Dialah Tuhan darimana aku pernah beasal. Maka kelak, jadikanlah jiwanya sebagai diriMu sendiri, ya Tuhan”.

“Tuhan, jika aku bisa menjadi pengganjal bagi pintu sorgaMu agar pintu itu tetap terbuka bagi ibuku, maka adikanlah aku pengganjalnya. Jika aku mesti menjadi pijakan bagi ibu agar bisa melewati bara di neraka, jadikanlah aku pijakan itu. Atau bahkan jika kau janjikan aku untuk kelak bersatu denganMu, maka biarlah ibuku ada disana menanti bersamaMu untuk menyambutku” .

“Tuhan, jika isi semestaMu hendak memberiku penghargaan atas apapun yang pernah kulakukan sebagai hasil karmaku, limpahkanlah penghargaan itu bagi ibuku. Limpahkan seluruh kehormatan itu bagi ibuku. Limpahkan segala pahala kebaikan itu bagi ibuku. Dan ijinkan aku hanya memiliki satu kepuasan, satu senyum kebahagiaan, senyum puas disaat melihat kebahagiaan ibuku”

Inilah bahasa hatiku ibu, yang mungkin tidak biasa kuungkapkan dalam kehidupan nyata bagi telingamu, bagi matamu, tapi semua ini kupendam menjadi doa untumu ibu disetiap detak jantungku.

           
            Wahai jiwa-jiwa penuh kesadaran
            Hormati ibu sebagai Ilahi pencipta kehidupan
            Basuhlah kaki sang ibu disetiap kesempatan, dengan penuh iklas
            Sujud bhaktilah pada kaki padma ilahi, lewat kaki sang ibu
            Karena di kaki sang ibu sorga kebahagian terbentang luas
            Ibu adalah Pertiwi, sang pemberi kehidupan
            Berbahagialah bagi jiwa – jiwa yang selalu hormat pada sang Ibu…

Hemat menuju Nikmat



DARI HEMAT MENUJU HIDUP NIKMAT

“Hemat Pangakal Kaya”. Adalah sebuah istilah untuk mengingatkan kita untuk tidak ceroboh menggunakan uang. Hemat bukan berarti kita diajak hidup melarat. Akan tetapi untuk mampu mengelola kekayaan dengan efektip.sehingga penggunaan dana tidak konsuntif. Dalam kondisi perekonomian yang tumbuh konstan dan tdak banyak pengangguran, masyarakat cendrung untk berbelanja lebih banyak sehingga kecendrungan mengonsumsi marginalnya meningkat dan kecendrungan menabung marginalnya rendah. Kondisi sebaliknya terjadi jika perekonomian mengalami banyak pengangguran dan tumbuh sangat lambat. Masyarakat cendrung lebih hati-hati membelanjakan uangnya. Pembiasaan mengelola keuangan dengan baik akan mampu menjaga stabilitas keuangannya.  Menabung dibiasakan sejak dini akan menjadi kebiasaan hidup hemat. Jangan hendaknya menjadi orang yang konsuntif dengan memboroskan uangnya hanya untuk dapat mengikuti tren(mode). Ada kata yang indah dalam iklan menabung “ Hari ini menabung, hari esok akan bahagia”, kalimat itu mengandung nilai kebenaran, karena dengan menyisihkan sebagian penghasilan atau dananya lewat jalan menabung, satu ketika uang tabungan itu akan dapat dipergunakan saat amat sangat diperlukan. Ketidak hematan menggunakan uang, biasanya cendrung terjadi penyesalan belakangan. Untuk itu, sebaiknya kita belajar hemat sejak dini.
            Kederhanaan hidup atau hidup sederhana lebih dititik beratkan kepada moral, akhlak atau sikap mental seseorang untuk tidak menggunakan harta bendanya secara boros, secara berlebih-lebihan dan mubazir, tetapi menggunakan kekayaannya itu sesuai dengan fungsi sosialnya. Pada dasarnya mereka yang sudah tenggelam dalam hidup boros, kemewahan yang berlebih dan suka pamer kekayaan senantiasa diliputi keserakahan dan serba ingin kuasa. Mereka mudah terjerumus dalam perbuatan-perbuatan korupsi, manipulasi dan sejenisnya. Dengan rasa ketaqwaan yang makin tebal, suatu sikap dan prilaku untuk selalu merasa bahagia sekalipun dalam penderitaan. Karena yakin bahwa Tuhan aka selalu ada dan mendampingi kehidupan ini.tetap bergembira dalam hidup kesederhaan, namun bukan hina.
            Berprinsip hidup swadaya menuju sukses entrepreneur
Swadaya adalah modal/sikap/sifat hidup manusia wiraswasta yang memilki jiwa inisiatif dan kemauan kuat, sanggup dan berusaha dengan berdiri diatas kaki sendiri, serta tidak menggantungkan diri pada orang lain. Dengan prinsip hidup swadaya akan mampu menumbuhkan sikap mandiri dan percaya pada diri akan lebih tumbuh dan berkembang. Dengan tumbuhnya rasa percaya diri , selanjutnya tumbuh kemauan-kemauan baru, kemauan untuk menciptakan, melaksanakan, mengetrapkan sesuatu. Jiwa swadaya akan mampu mengembangkan wiraswasta dalam wirausahaan(entrepreneur). Mengembangkan sikap hidup swadaya dapat dimulai dari membiasakan diri untuk mengembangkan pikirannya dari hal yang sederhana. Misalnya, mengolah bahan bekas menjadi barang berguna. Mengembangkan model sesuatu barang menjadi model yang lebih menarik dan bermode.  Berusaha menciptakan sesuatu barang yang baru dengan bahan yang sederhana, akan tetapi dapat menarik konsumen. Disini kreasi pikiran sangat dibutuhkan. Dari pada itu, pembiasaan untuk selalu berpikir kreatif, mandiri dan swadaya akan mampu menciptakan sesuatu karya  baru. Bukankah dengan pikiran kreatif dan inovatif  akan mampu mengelola hidup ini lebih hidup?. Jawabnya Tentu.! Kreativitas dan inovasi akan berkembang bilamana kita mau mengasah kecerdasan dengan optimal, sehingga mindset berubah untuk menjadi seorang wirausahawan. Seseorang dapat hidup sukses bukan hanya tergantung pada profesi pagawai negeri saja. Akan tetapi menjadi wirausaha jauh lebih menjanjikan masa depan, asal dilakukan dengan tekun dengan motipasi dan percaya diri berdasar semangat kerja keras. Keberhasilan mengelola masa depan tergantung pada kemauan dan kemampuan diri kita sendiri. Mulailah dari sekarang untuk memupuk diri dengan disiplin, sederhana dan berprinsip swadaya, niscaya masa depan nanti akan dapat  berbuah kemantapan dan kematangan hidup. Adalah sebuah kisah seorang milyader berawal dari hidup swadaya dan sederhana. Dimana awalnya orang tersebut sebagai pemulung( pengumpul barang bekas ). Mengumpulkan bahan bekas kemudian didaur ulang menjadi barang yang berharga. Kemudian barang-barang itu dipasarkan dengan menggunakan komunikasi pemasaran secara modern, maka lama kelamaan hasil karyanya berhasil masuk pasar internasional. Penghasilannya disisihkan sebagian dengan menabung dan untuk mengembangkan usahanya. Dalam jangka tertentu usahanya berkebang pesat dan akhirnya orang tersebut menjadi milyader. Setelah mencapai sukses orang itu menggandeng orang lainnya untuk diajak mengembangkan usahanya, serta saling berbagi pada kaum yang masih berkekurangan.
FROM SIMPLE THING TO GREAT LIFE
 
           



Meme - Bapa (puisi bali)



MEME – BAPA


Apa ento paling tegeh
tegehang teken Langit ?
wantah I Bapa
Apa  masi ento paling kuat
kuatang teken Gumi ?
wantah ja Meme
Bapa maraga  Sang Purusa
Memene Sang Pradana
Purusa Pradana ngardi jagat
Meme Bapa metuang rare
Meme lan Bapa Guru Rupaka
Ngajahin sahananing idupe
Meme lan bapa wantah ja urip
Meme niku wantah bhoga
Bapane niku udara
Bapane kadi Langit
 Memene kadi Pertiwi
Langit lan Pertiwi wantah genah kauripan
Uripe baan nyilih olih Meme- Bapa
Benjangan,
Awak mawali ke Meme
Jiwa-ne mulih ke Bapane
Suung mawali ke sunya
16.1.13

Ngaben Rahasia





NGABEN RAHASIA

Secara umum ngaben itu adalah membakar mayat untuk dijadikan abu dan asap. Dimana asap kembali ke mendung di langit, abu dianyut ke laut. Seperti itulah ngaben yang lumrah dilakukan.

            Sementara ngben yang tidak lumrah dilakukan adalah ngaben pada diri sendiri. Yang dibakar adalah semua kekotoran bathin seperti Sad Ripu, Sapta timira dan lainnya. Semuanya dbakar sehingga menjadi abu. Sampai juga keluar asap, yang mana asap yang kotor itu keluar melalui lubang pori-pori. Sementara abunya jatuh dan keluar ke laut melalui lubang perut . Ngaben seperti ini bukanlah Pitra yadnya, akan tetapi namanya “YOGA”
            Dimanakah mencari api, dan dari mana datangnya api untuk membakar segala kekotoran bathin itu ?. Sebenarnya api itu sudah ada didalam diri masig-masing. Akan tetapi api itu tidaklah tampak, tidak kelihatan. Itu sebabnya api itu dinamakan Agni Rahasya. Yang membicarakan hanya yang sudah memiliki kemampuan yoga, yang sudah mampu membuktikan api yang ada dalam diri tersebut.
            Adapun api tersebut adalah api yang berwarna putih tetapi tidak ada asapnya. Makanya api itu sering disebut Lampu tanpa Asap oleh para yogi. Cahyanya terang benderang, api itu bagaikan api suci. Suci hanya api yang berasal dari Surya. Demikian juga dikenal dengan nama Tatwam Agni Rahasya, sama halnya dengan Tatwam Surya.
            Tiada berasap itu sepertinya Sakti. Sakti dan Suci merupakan pasang Yoga antara  batara Sadasiwa dengan dengan saktinya yakni Dewi Gayatri. Sadasiwa itu tiada lain adalah Pikiran Siddhi, Dewi Gayatri tiada lain Bija Mantra yang mautama. Apabila pikiran siddhi menyatu dengan bija mantra, pastilah mampu membakar sadripu, sadwarga, saptatimira, papa klesa, dan sifat buruk lainnya.
            Bagaimana caranya menghidupkan api tersebut ?. hal ini tidaklah mudah, mesti ditanyakan pada mereka yang sudah mumpuni di bidang Yoga Pelepasan. Apabila setelah mampu menghidupkan api rahasya itu, janganlah lupa untuk mematikannya. Sebab kalau jadi lupa maka akan membakar diri sendiri, makanya banyak orang menjadi terbakar hanya karena lupa mematikan api-nya. Ngaben seperti itu sering juga dikenal Ngaben di tanah Lapang ( Ngaben di karang suwung ). Ya, memang benar-benar suwung. Sebab tempatnya ada di dalam setra dalam diri di tengah perut sendiri, tidak jauh dari tempat pusar.  Membakar kotoran sendiri, memakai api sendiri, membuang abu sendiri, japa mantra sendiri, dan merasakan juga sendiri. Perjalanan ngaben seperti inilah dikenal dengan Ngaben Rahasya. Segalanya bersumber dari bentuk yang sangat halus (suksma).

                                                                                    Suwung, 6.6.2010

Memahami Diri



                     
                                                             Untuk kalangan sendiri

                                                                                                                     
                                                              
                  MEMEHAMI DIRI YANG SEJATI



Ketika kita telah mengambil sikap yang kita pilih dalam Meditasi, cobalah ambil nafas dengan rilex, sadari nafas masuk dan keluar dengan apa adanya, jangan hendaknya dipasakan. Sebelum masuk lebih jauh kedalam meditasi, lakukan doa dari dalam hati dengan penuh cinta kasih, saya berdoa :
Semoga Tuhan Damai
Semoga para dewa damai
Semoga Guru-guru agung dan para Nabi Damai
Semoga semua Leluhur Damai
Semoga semua Makhluk Damai
Semoga Jagad Semesta Damai
OM, Loka Samasta Sukino Bhawantu
                          
Selanjutnya Meditasi, kita lanjutkan dengan bertanya dalam diri kita sendiri “ Siapakah saya ini? dari  manakah asal saya ini ? tetaplah bertahan dalam tenang, kemudian lanjutkan katakan dalam hati, aku bukanlah badan, badan ini hanyalah kendaraan saya.., untuk melakukan kehidupan saya di dunia ini, saya juga bukanlah pikiran, karena pikiran saya adalah alat untuk mempermudah jalan hidup saya di dunia. Tapi saya adalah Jiwa, setitik cahaya yang bersemayam di tengah- tengah dahi saya, dan saya adalah Energi yang memberikan kekuatan pada tubuh saya, saya adalah Energi…, pusatkan pikiran pada titik diantara kedua alis dan bayangkan ada cahaya yang besarnya setitik air. Oh inilah sejatinya saya, hanya setitik cahaya, inilah yang disebut sang Atma, yang memberikan kehidupan buat saya…
Tetaplah pertahankan perhatian pikiran pada cahaya yang kecil itu, tapi jika tidak dapat melihat cahaya itu dengan pikiran, tidak apa, tetaplah diam dalam tenang, perhatikan nafas masuk dan keluar dengan santai.
Lakukan pertanyaan dalam hati berulang-ulang, ingat pusatkan perhatian pada setitik cahaya bila dapat, jika tidak tidak apa-apa, tetapi tetap dalam tenang dan waspada selalu terhadap pikiran, karena pikiran cepat liar berkeliaran, bila itu terjadi maka cepatlah kembali pada nafas masuk dan keluar dengan tenang. Lakukan meditasi kesadaran diri ini sebatas kemampuan, jangan memaksa untuk segera dapat sampai pada jawaban yang ditanyakan pada diri, jaga kesabaran diri, mampu atau belum pada awal medetasi untuk memahami diri secara mendalam bukanlah ukuran, yang terpenting tetap lakukan meditasi kesadaran diri ini secara kontinu, jangan cepat puas dan cepat putus asa…,Semoga Semua Makhluk Berbahagia
                                                                             

Meditasi Cinta Kasih





  
  ©
 
 
                                            MEDITASI CINTA KASIH UNIVERSAL
                                               ( MEDITATION OF LOVE UNIVERS )


                                    Meditasi cinta kasih universal adalah suatu meditasi yang berawal, pertengahan dan akhir selalu berdasarkan “Cinta Kasih Semesta “, hal ini sangat disadari bahwa kelahiran, kehidupan dan kematian selalu berdasar Cinta Kasih, karena kasih itulah Awal, Tengah dan Akhir dari segalanya.(  remember this :everything we do, do it with love, love will save us )

TINGKATAN YANG  SERING DIALAMI DALAM MEDITASI

            Terdapat empat tingkatan dalam MEDITASI untuk mengetahui kemajuan yang dicapai dalam spiritual yang dialami oleh para yogi berabad – abad, yakni :

            Pertama, disebut tahap kesulitan, yaitu ketika seorang itu harus berusaha keras menentramkan dan mengendalikan gelombang pikiran yang bergolak dan bercerai- berai. Pada tingkat inipun banyakorang tidak sabar lalu meninggalkan latihan spiritual.

            Kedua, tahap pencapaian, yaitu ketika pikiran sudah dapat dipusatkan dan mengalami tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Orang yang sampai menikmati kebahagiaan ini, walau sekejap, menyatakan bahwa itulah pengalaman kehidupan yang tertinggi yang dinilainya karena itu semua energi yang dimiliki dicurahkan untuk bisa tetap menyatu dalam keadaan bahagia itu.

            Ketiga, pemusatan pikirannya yang sangat kuat dan teratur, semua getaran dan energi pikiran menjadi koheren(terpadu selaras) dan disini berkembang daya-daya psykhis. Tahap ini dikatakan sebagai tahap yang sangat berbahaya, karena godaan dan rintangan sering terjadi, serta tak jarang para yogi pun sering tergelincir dan meninggalkan jalan kesucian dan kebenaran. Apabila energi psykhis sering digunakan untuk kepentingan dunia luar, maka ia akan terjatuh dan tidak pernah mencapai kesempurnaan . ibarat memompa air ke rumah tingkat yang paling tinggi dengan pipa saluran yang bocor, maka air tidak akan pernah mencapai tingkat paling tinggi.

            Keempat, adalah apabila perasaan berbahagia luar biasa dan tidak terbendung menyerbu dan memancar di setiap sel pribadinya. Disini dirasakan kebahagian yang menunggal denga yang Maha Luhur , maka kegembiraan memiliki kemampuan psykhis sebenarnya tidak bernilai sama sekali.

            Anekdok , adalah dua orang siswa meditator belajar pada guru yang berbeda selama tiga tahun, siswa A belajar dengan tujuan mendapatkan sakti, dan siswa B menekuni meditasi kebijaksanaan. Alkisah setelah tiga tahun mereka pulang kampung bersama dengan menyebrangi sungai yang sama, siswa A melintas diatas air dengan kekuatan energi psykhis , sedang siswa B menumpang perahu dengan harga Rp.100.

 Silakan anda renungkan cerita di atas dengan bijak, kemudian tetaplah tekun berlatih Meditasi, karena bermeditasi merupakan santapan pikiran dan nurani, ibarat kita makan dan minum secara kontinu dan teratur.           Semoga semua Makhluk Berbahagia.
                                                                                                              Suwung, 29 .01.09